Indonesia Senin, 07-09-2026 Jam 16:57:18
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Dinkes Barito Utara Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Tracing Terintegrasi di Lapas

by Redaksi - Tanggal 07-09-2026,   jam 16:57:18
Dinkes Barito Utara Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Tracing Terintegrasi di Lapas DETEKSI DINI TBC-Dinas Kesehatan Barito Utara melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis melalui tracing atau penemuan kasus secara aktif yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh, Senin (7/9/2026).(kaltengsatu:Dok Dinas Kesehatan Barut)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing atau penemuan kasus secara aktif yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Simamoraturahman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menemukan secara dini penyakit TBC sekaligus mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan petugas di lingkungan pemasyarakatan.

 

“Kegiatan hari ini tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga berupaya menemukan sedini mungkin adanya TBC maupun faktor risiko kesehatan lainnya. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai penularan,” ujar Simamoraturahman saat kegiatan di Lapas Kelas II B Muara Teweh, Senin (7/9/2026).

 

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak awal dan mendapatkan pengobatan secara tepat serta dijalani sampai tuntas. Sebaliknya, keterlambatan penemuan kasus dapat meningkatkan risiko penularan kepada orang-orang di sekitar.

 

Simamoraturahman menjelaskan, lingkungan lembaga pemasyarakatan memiliki karakteristik tersendiri karena warga binaan dan petugas beraktivitas dalam lingkungan yang sama dengan interaksi cukup intensif. Kondisi tersebut membuat deteksi dini dan pemantauan penyakit menular seperti TBC perlu dilakukan secara rutin.

 

“Apabila ada warga binaan maupun petugas yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC, kita harapkan dapat segera diketahui sehingga bisa dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

 

Selain tracing TBC, kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Menurut Simamoraturahman, integrasi tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.

 

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti pemeriksaan dengan baik dan memberikan informasi yang benar kepada petugas kesehatan. Masyarakat, termasuk warga binaan, diharapkan tidak merasa takut maupun malu untuk melakukan pemeriksaan.

 

“Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan penanganan dan menjaga kualitas hidup. Jangan menunggu sakit berat baru memeriksakan diri,” ujarnya.

 

Simamoraturahman menegaskan, keberhasilan penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor.

 

Ia memberikan apresiasi kepada Kepala Lapas Kelas II B Muara Teweh beserta jajaran yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat.

 

“Kami berharap kerja sama seperti ini terus ditingkatkan, tidak hanya dalam penemuan kasus, tetapi juga dalam pemantauan, tindak lanjut, pengobatan dan pencegahan penularan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(kh3)